Friday, 5 September 2014
Imam Mahdī (Arab ﻡﺎﻣﻹﺍ ﻱﺪﻬﻤﻟﺍ , Muhammad al-Mahdī,
Mehdi; "Seseorang yang memandu") adalah seorang
muslim berusia muda yang akan dipilih oleh Allah untuk
menghancurkan semua kezaliman dan menegakkan
keadilan di muka bumi sebelum datangnya hari kiamat.
Imam Mahdi sebenarnya adalah sebuah nama gelar
sebagaimana halnya dengan gelar khalifah, amirul
mukminin dan sebagainya. Imam Mahdi dapat diartikan
secara bebas bermakna "Pemimpin yang telah diberi
petunjuk". Dalam bahasa Arab, kata Imam berarti
"pemimpin", sedangkan Mahdi berarti "orang yang
mendapat petunjuk". Nama Imam Mahdi sebenarnya
seperti yang disebutkan dalam hadist di bawah, ia bernama
Muhammad (seperti nama Nabi Muhammad), nama
ayahnya pun sama seperti nama ayah Nabi Muhammad
SAW yaitu Abdullah . Nama Imam Mahdi sama persis
dengan Rasulullah SAW yaitu Muhammad bin Abdullah .
“Andaikan dunia tinggal sehari sungguh Allah akan
panjangkan hari tersebut sehingga diutus padanya seorang
lelaki dari ahli baitku namanya serupa namaku dan nama
ayahnya serupa nama ayahku (Muhammad bin Abdullah) .
Ia akan penuhi bumi dengan kejujuran dan keadilan
sebagaimana sebelumnya dipenuhi dengan kezaliman dan
penganiayaan.” (HR abu Dawud 9435) Dalam sebuah
hadits Rasullullah mengisyaratkan bahwa Imam Mahdi
pasti datang di akhir zaman. Ia akan memimpin ummat
Islam keluar dari kegelapan kezaliman dan kesewenang-
wenangan menuju cahaya keadilan dan kejujuran yang
menerangi dunia seluruhnya. Ia akan menghantarkan kita
meninggalkan babak keempat era para penguasa diktator
yang memaksakan kehendak dan mengabaikan kehendak
Allah dan RasulNya dewasa ini menuju babak kelima yaitu
tegaknya kembali kekhalifahan Islam yang mengikuti
manhaj, sistem atau metode Kenabian. Lalu apa sajakah
indikasi kedatangan Imam Mahdi? Dalam sebuah hadits
Rasulullah SAW memberikan gambaran umum indikasi
kedatangan Imam Mahdi. Ia akan diutus ke muka bumi
bilamana perselisihan antar- manusia telah menggejala
hebat dan banyak gempa-gempa terjadi. Dan kedua
fenomena sosial dan fenomena alam ini telah menjadi
semarak di berbagai negeri dewasa ini. “Aku kabarkan
berita gembira mengenai Al-Mahdi yang diutus Allah ke
tengah ummatku ketika banyak terjadi perselisihan antar-
manusia dan gempa-gempa. Ia akan penuhi bumi dengan
keadilan dan kejujuran sebagaimana sebelumnya dipenuhi
dengan kesewenang-wenangan dan kezaliman.” (HR
Ahmad 10898) Imam Mahdi akan berperan sebagai
panglima perang ummat Islam di akhir zaman. Beliau akan
mengajak ummat Islam untuk memerangi para Mulkan
Jabriyyan (Para Penguasa Zalim) yang telah lama bercokol
di berbagai negeri-negeri di dunia menjalankan kekuasaan
dengan ideologi penghambaan manusia kepada sesama
manusia. Dalam hadits lain diterangkan dalam sebuah
hadist nabi yang diriwayatkan oleh Thabrani. Telah
bersabda Rasulullah SAW: “Sungguh, bumi ini akan
dipenuhi oleh kezhaliman dan kesemena-menaan. Dan
apabila kezhaliman serta kesemena-menaan itu telah
penuh, maka Allah SWT akan mengutus seorang laki-laki
yang berasal dari umatku, namanya seperti namaku, dan
nama bapaknya seperti nama bapakku. Maka ia akan
memenuhi bumi dengan keadilan dan kemakmuran,
sebagaimana ia (bumi) telah dipenuhi sebelum itu oleh
kezhaliman dan kesemena- menaan. Di waktu itu langit
tidak akan menahan setetes pun dari tetesan airnya, dan
bumi pun tidak akan menahan sedikit pun dari tanaman-
tanamannya. Maka ia akan hidup bersama kamu selama 7
tahun, atau 8 tahun, atau 9 tahun. (HR. Thabrani) ” Hadist
lain yang menerangkan tentang kedatangan Imam Mahdi
adalah sebagai berikut, Telah bersabda Rasulullah SAW:
"Pada akhir zaman akan muncul seorang khalifah yang
berasal dari umatku, yang akan melimpahkan harta
kekayaan selimpah- limpahnya. Dan ia sama sekali tidak
akan menghitung- hitungnya.” (HR. Muslim dan Ahmad)
Tidak ada seorang pun dimuka bumi ini yang mengetahui
tentang Imam Mahdi dan ciri- cirinya , kecuali Rasulullah,
karena Rasululah dibimbing oleh wahyu. Oleh karena itu
bagi kita sebaik-baiknya tempat untuk merujuk tentang
perkara ini adalah apa yang baginda Rasulullah katakan
dalam hadist- hadistnya sebagai berikut: Telah bersabda
Rasulullah SAW: “ Al-Mahdi berasal dari umatku, berkening
lebar, berhidung panjang dan mancung. Ia akan memenuhi
bumi ini dengan keadilan dan kemakmuran, sebagaimana
ia (bumi ini) sebelum itu dipenuhi oleh kezhaliman dan
kesemena- menaan, dan ia (umur kekhalifahan) berumur
tujuh tahun. (HR. Abu Dawud dan al-Hakim) ” “ Al-Mahdi
berasal dari umatku, dari keturunan anak cucuku. (HR. Abu
Dawud, Ibnu Majah, dan al-Hakim) ” Lelaki keturunan Nabi
Muhammad SAW tersebut adalah Imam Mahdi. Ia akan
diizinkan Allah untuk merubah keadaan dunia yang penuh
kezaliman dan penganiayaan menjadi penuh kejujuran dan
keadilan. Subhanallah...! Beliau tentunya tidak akan
mengajak ummat Islam berpindah babak melalui
perjalanan tenang dan senang laksana melewati taman-
taman bunga indah atau melalui meja perundingan dengan
penguasa zalim dewasa ini apalagi dengan mengandalkan
sekedar ”permainan kotak suara”..! Imam Mahdi akan
mengantarkan ummat Islam menuju babak Khilafatun ’ala
Minhaj An- Nubuwwah melalui jalan yang telah ditempuh
Rasullulah SAW dan para sahabatnya, yaitu melalui al-jihad
fi sabilillah. Tanda-Tanda Kemunculan Imam Mahdi Para
ulama membagi tanda- tanda Akhir Zaman (kiamat)
menjadi dua. Ada tanda-tanda Kecil dan ada tanda-tanda
Besar Akhir Zaman. Tanda-tanda Kecil jumlahnya sangat
banyak dan datang terlebih dahulu. Sedangkan Tanda-
tanda Besar datang kemudian jumlahnya ada sepuluh.
Tanda besar pertama yang bakal datang ialah keluarnya
Dajjal . Namun sebagian ulama berpendapat bahwa
sebelum munculnya Dajjal harus datang terlebih dahulu
Tanda Penghubung antara tanda-tanda kecil kiamat
dengan tanda-tanda besarnya. Tanda Penghubung
dimaksud ialah diutusnya Imam Mahdi ke muka bumi.
Kemunculan Imam Mahdi akan di dahului oleh beberapa
tanda- tanda sebagaimana yang disebutkan dalam
beberapa hadist berikut: Telah bersabda Rasullah SAW: “
Sungguh, Baitullah ini akan diserang oleh suatu pasukan,
sehingga apabila pasukan tersebut telah sampai pada
sebuah padang pasir, maka bagian tengah pasukan itu
ditelan bumi. Maka berteriaklah pasukan bagian depan
kepada pasukan bagian belakang, dimana kemudian
semua mereka ditenggelamkan bumi dan tidak ada yang
tersisa, kecuali seseorang yang selamat, yang akan
mengabarkan tentang kejadian yang menimpa mereka.
(HR. Muslim, Ahmad, Nasai, dan Ibnu Majah) Aisyah
Ummul Mukminin RA telah berkata: “ Pada suatu hari tubuh
Rasulullah SAW bergetar dalam tidurnya. Lalu kami
bertanya, 'Mengapa engkau melakukan sesuatu yang
belum pernah engkau lakukan wahai Rasulullah?'
Rasulullah SAW menjawab, 'Akan terjadi suatu keanehan,
yaitu bahwa sekelompok orang dari umatku akan
berangkat menuju baitullah (Ka'bah) untuk memburu
seorang laki-laki Quraisy yang pergi mengungsi ke Ka'bah.
Sehingga apabila orang- orang tersebut telah sampai ke
padang pasir, maka mereka ditelan bumi.' Kemudian kami
bertanya, 'Bukankah di jalan padang pasir itu terdapat
bermacam-macam orang?' Beliau menjawab, 'Benar, di
antara mereka yang ditelan bumi tersebut ada yang
sengaja pergi untuk berperang, dan ada pula yang dipaksa
untuk berperang, serta ada pula orang yang sedang berada
dalam suatu perjalanan, akan tetapi mereka binasa dalam
satu waktu dan tempat yang sama. Sedangkan mereka
berasal dari arah (niat) yang berbeda-beda. Kemudian
Allah SWT akan membangkitkan mereka pada hari
berbangkit, menurut niat mereka masing-masing. (HR.
Bukhary, Muslim) ” Telah bersabda Rasulullah SAW: “
Seorang laki-laki akan datang ke Baitullah (Ka'bah), maka
diutuslah suatu utusan (oleh penguasa) untuk
mengejarnya. Dan ketika mereka telah sampai di suatu
gurun pasir, maka mereka terbenam ditelan bumi. (HR.
Muslim) ” Telah bersabda Rasulullah SAW: “ Suatu kaum
yang mempunyai jumlah dan kekuatan yang tidak berarti
akan kembali ke Baitullah. Lalu diutuslah (oleh penguasa)
sekelompok tentara untuk mengejar mereka, sehingga
apabila mereka telah sampai pada suatu padang pasir,
maka mereka ditelan bumi. (HR. Muslim) ” Telah bersabda
Rasulullah SAW: “ Suatu pasukan dari umatku akan datang
dari arah negeri Syam (Palestina) ke Baitullah (Ka'bah)
untuk mengejar seorang laki-laki yang akan dijaga Allah
dari mereka. (HR. Ahmad) Banyak pendapat mengatakan
bahwa kondisi dunia dewasa ini berada di ambang
datangnya tanda-tanda besar Kiamat. Karena di masa kita
hidup dewasa ini sudah sedemikian banyak tanda-tanda
kecil yang bermunculan. Praktis hampir seluruh tanda-
tanda kecil kiamat yang disebutkan oleh Rasulullah sudah
muncul semua di zaman kita. Kedatangan Imam Mahdi
Hadits berikut ini bahkan memberikan kita gambaran
bahwa kedatangan Imam Mahdi akan disertai tiga peristiwa
penting. Pertama, perselisihan berkepanjangan sesudah
kematian seorang pemimpin. Kedua, dibai’atnya seorang
lelaki (Imam Mahdi) secara paksa di depan Ka’bah. Ketiga,
terbenamnya pasukan yang ditugaskan untuk menangkap
Imam Mahdi dan orang-orang yang berbai’at kepadanya.
Allah benamkan seluruh pasukan itu kecuali disisakan satu
atau dua orang untuk melaporkan kepada penguasa zalim
yang memberikan mereka perintah untuk menangkap Imam
Mahdi. “Akan terjadi perselisihan setelah wafatnya seorang
pemimpin, maka keluarlah seorang lelaki dari penduduk
Madinah mencari perlindungan ke Mekkah, lalu datanglah
kepada lelaki ini beberapa orang dari penduduk Mekkah,
lalu mereka membai’at Imam Mahdi secara paksa, maka ia
dibai’at di antara Rukun dengan Maqam Ibrahim (di depan
Ka’bah). Kemudian diutuslah sepasukan manusia dari
penduduk Syam, maka mereka dibenamkan di sebuah
daerah bernama Al-Baida yang berada di antara Mekkah
dan Madinah.” (HR Abu Dawud 3737) Sebagian pengamat
tanda-tanda akhir zaman beranggapan bahwa indikasi
yang pertama telah terjadi, yaitu perselisihan dan
kekacauan yang timbul sesudah wafatnya seorang
pemimpin. Siapakah pemimpin yang telah wafat itu?
Wallahua’lam . Dugaan bermunculan, Sebagian
berspekulasi bahwa yang dimaksud adalah Yaseer Arafat
(Palestina) atau Saddam Husein (Irak). Karena semenjak
kematiannya, negeri Palestina - Irak berada dalam
kekacauan berkepanjangan. Kemunculan Imam Mahdi
bukan karena kemauan Imam Mahdi itu sendiri melainkan
karena takdir Allah yang pasti berlaku. Bahkan Imam
Mahdi sendiri tidak menyadari bahwa dirinya adalah Imam
Mahdi melainkan setelah Allah SWT mengislahkannya
dalam suatu malam, seperti yang dikatakan dalam sebuah
hadist berikut: “Al-Mahdi berasal dari umatku, yang akan
diislahkan oleh Allah dalam satu malam.” (HR. Ahmad dan
Ibnu Majah) Telah bersabda Rasulullah SAW: “Akan dibaiat
seorang laki- laki antara makam Ibrahim dengan sudut
Ka'bah.” (HR. Ahmad, Abu Dawud) Dalam hadist yang
disebutkan bahwa Imam Mahdi akan memimpin selama 7
atau 8 atau 9 tahun. Semasa kepemimpinannya Imam
Mahdi akan membawa kaum muslimin untuk memerangi
kezaliman, hingga satu demi satu kedzaliman akan
tumbang takluk dibawah kekuasaanya. Kemenangan demi
kemenangan senantiasa diraih Imam Mahdi dan
pasukannya akan membuat murka raja kezaliman (Dajjal)
sehingga membuat Dajjal keluar dari persembunyiannya
dan berusaha membunuh Imam Mahdi serta pengikutnya.
Kekuasaan dan kehebatan Dajjal bukanlah lawan tanding
Imam Mahdi oleh karena itu sesuai dengan takdir Allah,
maka Allah SWT akan menurunkan Nabi Isa dari langit
yang bertugas membunuh Dajjal. Imam Mahdi dan Nabi
Isa akan bersama-sama memerangi Dajjal dan
pengikutnya, hingga Dajjal mati ditombak oleh Nabi Isa di
"Pintu Lud ". Telah bersabda Rasulullah Salallahu 'alaihi
wasallama : “Kalian perangi jazirah Arab dan Allah beri
kalian kemenangan. Kemudian Persia (Iran), dan Allah beri
kalian kemenangan. Kemudian kalian perangi Rum
(Romawi), dan Allah beri kalian kemenangan. Kemudian
kalian perangi Dajjal, dan Allah beri kalian
kemenangan.” (HR Muslim 5161) Dan apabila ketiga
peristiwa di atas telah terjadi, berarti Ummat Islam di
seluruh penjuru dunia menjadi tahu bahwa Imam Mahdi
telah datang diutus ke muka bumi. Kita sudah harus
bersiap- siap untuk berlangsungnya pembai’atan Imam
Mahdi di depan Ka’bah. Panglima ummat Islam di Akhir
Zaman telah hadir. Dan bila ini telah menjadi jelas kitapun
terikat dengan pesan Rasullullah SAW sebagai berikut:
“Ketika kalian melihatnya (kehadiran Imam Mahdi), maka
berbai’at-lah dengannya walaupun harus merangkak-
rangkak di atas salju karena sesungguhnya dia adalah
Khalifatullah Al- Mahdi.” (HR Abu Dawud 4074) *** Ya
Allah, izinkanlah kami bergabung dengan pasukan Imam
Mahdi. Anugerahkanlah kami rezeki untuk berjihad di
jalanMu bersama Imam Mahdi lalu memperoleh salah satu
dari dua kebaikan: ’isy kariman mut syahidan (hidup mulia
atau mati syahid) Aminn...
-Fatamorgana-
Subscribe to:
Posts (Atom)